Posted by: kholis12 | 10/10/2012

Komunikasi data

 
 

 
 

 
 

 
 

MODUL 1

KOMUNIKASI DATA

 
 

  1. Komunikasi Data

Komunikasi data, cepat atau lambat, pada akhirnya akan mengarah ke suatu sistem jaringan. Hubungan komunikasi data yang paling sederhana adalah merupakan hubungan dari satu titik ke titik yang lain. Dalam hal ini hanya melibatkan satu pemancar data ke satu penerima data.

 
 

  1. Pengertian Komunikasi

Istilah komunikasi dari bahasa Inggris communication berasal dari bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau menjadi milik bersama. Komunikasi diartikan sebagai proses sharing di antara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi tersebut.

Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku.

 
 

  1. Pengertian Data

Data dapat diartikan sebagai suatu simbol/bahasa yang disepakati untuk menyatakan sebuah objek atau gagasan manusia.

Contoh :

–    Rambu-rambu lalu lintas, ide pemikiran kreatif.

–    Kode Morse, surat perjanjian, dll.

 
 

 
 

 
 

  1. Pengertian komunikasi Data

Apakah yang dimaksudkan dengan komunikasi data? Secara umumnya komunikasi data, atau dalam hal ini akan mengacu kepada komunikasi data digital, merupakan pertukaran data dalam bentuk elektronik antara lokasi yang mana melibatkan protocol iaitu set peraturan untuk komputer berkomunikasi.

Dengan ini komunikasi data diartikan sebagai penukaran atau pemindahan data berupa digit terkode antara dua peranti menggunakan sistem penghantaran elektronik. Pemindahan ini melibatkan pengumpulan, pemprosesan, dan penghantaran data berbentuk digit melalui saluran hubungan melalui tindakan menghantar bit 0 dan 1 dari satu titik kepada titik yang lain.

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan pada komunikasi data, yaitu:

  1. Jumlah dan lokasi pemrosesan data.
  2. Jumlah dan lokasi terminal (remote).
  3. Type transaksi.
  4. Kepadatan lalu lintas tiap tipe transaksi.
  5. Prioritas/ urgensi informasi yang disalurkan.
  6. Pola lalu lintas.
  7. Bit error rate yang dibutuhkan.
  8. Keandalan sistem yang digunakan.
  9. Revenue yang mungkin didapat.

 
 

  1. Model Komunikasi

Sistem komunikasi jaringan komputer dapat dianggap identik dengan jaringan komunikasi data yang memungkinkan terjadinya pertukaran data, minimal antar dua entitas. Model komunikasi yang umum ialah seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 1.1.

 
 

Gambar 1.1 Model komunikasi data secara umum.

 
 

Gambar 1.1 memperlihatkan komponen-konponen utama dalam sistem komunikasi data, yakni:

  • Source, merupakan pihak yang menghasilkan data yang dikirim.
  • Transmitter, yaitu alat yang mengubah data menjadi sinyal yang bias dikirimkan.
  • Transmission System, yaitu tempat yang menyalurkan data.
  • Receiver, yaitu alat yang mengubah sinyal yang diterima menjadi data.
  • Destination, merupakan pihak yang mengambil data yang masuk.

Contoh sistem komunikasi data dapat dilihat pada Gambar 1.2(b).

 
 

Gambar 1.2 Contoh komunikasi data menggunakan modem.

 
 

Pada contoh Gambar 1.2, misalkan source yang ditunjukkan oleh gambar workstation mengirim sebuah teks. Teks ini akan diubah oleh modem yang bertindak sebagai transmitter ke bentuk analog yang kemudian akan diteruskan ke jaringan telepon public (PSTN) menuju modem penerima yang bertindak sebagai receiver. Receiver kemudian mengubah bentuk analog ini dan meneruskannya ke server. Lihat diagram blok proses ini pada Gambar 1.3.

Gambar 1.3 Diagram blok contoh komunikasi data.

    
 

Salah satu model yang paling umum digunakan dalam komunikasi data computer adalah Model OSI. Model OSI terdiri dari 7 lapisan (layer), yaitu 4lapisan berorientasi pada jaringan dan 3 lapisan berorientasi pada pemakai/aplikasi. Ketujuh lapisan itu adalah:

  1. Lapisan fisik (hubungan fisik)
  2. Lapisan Link Data (lewat modem)
  3. Lapisan Network (jaringan)
  4. Lapisan Transport
  5. Lapisan Session (perkenalan/basa-basi)
  6. LapisanPresentasi (format, encryption)
  7. Lapisan Aplikasi (e-mail, file transfer)

 
 

  1. Arsitektur Komunikasi Komputer

Dalam berkomunikasi, ada cara-cara atau skema komunikasi dalam hubungan antara satu komputer dengan komputer lainnya. Skema ini dijelaskan lebih lanjut dalam arsitektur komunikasi komputer. Arsitektur Komunikasi adalah sekumpulan modul terstruktur yang mengimplementasikan fungsi-fungsi komunikasi.

 
 

  1. Jaringan Komunikasi Data

Pengertian jaringan disini dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terkordinir dan saling berhubungan yang terdiri atas beberapa terminal ataupun PC ataupun mini-komputer dan mainframe yang bekerja sendiri-sendiri tetapi dapat saling bertukar data ataupun saling memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia. CPU yang ada di pusat disebut sebagai server ataupun host komputer, dan terminal yang ada juga disebut sebagai node ataupun simpul. Lihat Gambar 1.4. Jaringan yang ada juga merupakan gabungan dari unsur hardware dan software sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan.

Sistem komunikasi computer dapat dianggap identik dengan jaringan komunikasi data karena memungkinkan terjadinya pertukaran data, minimal antar dua entitas.

 
 

  1. Standardisasi Komunikasi Data

Agar supaya sistem komunikasi data dapat berjalan secara lancar dan global, maka perlu dibuat suatu standar protokol yang dapat menjamin:

  • Kompatibilitas penuh antara dua peralatan setara.
  • Bisa melayani banyak peralatan dengan kemampuan berbeda-beda
  • Berlaku umum dan mudah untuk dipelajari atau diterapkan

     
     

 
 

Gambar 1.4 Contoh file sharing dengan host CPU.

 
 

  1. Modulasi Data

Modulasi adalah proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu informasi (biasanya berfrekeunsi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci pada suatu gelombang sinusiuodal yaitu : amplitudo, fase dan frekuensi. Ketiga parameter tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan sinyal informasi (berfrekuensi rendah) untuk membentuk sinyal yang termodulasi.

 
 

  1. Jenis-jenis Modulasi

Peralatan untuk melaksanakan proses modulasi disebut modulator, sedangkan peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses modulasi) disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses tersebut disebut modem.

Informasi yang dikirim bisa berupa data analog maupun digital sehingga terdapat dua jenis modulasi yaitu:

  1. modulasi analog,
  2. modulasi digital.

 
 

1.6.1.1 Modulasi Analog

Dalam modulasi analog, proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog. Teknik umum yang dipakai dalam modulasi analog:

  • Modulasi berdasarkan sudut
    • Modulasi Fase (Phase Modulation – PM)
    • Modulasi Frekuensi (Frequency Modulation – FM)
  • Modulasi Amplitudo (Amplitudo Modulation – AM)
    • Double-sideband modulation with unsuppressed carrier (used on the radio AM band)
    • Double-sideband suppressed-carrier transmission (DSB-SC)
    • Double-sideband reduced carrier transmission (DSB-RC)
    • Single-sideband modulation (SSB, or SSB-AM), very similar to single-sideband suppressed carrier modulation (SSB-SC)
    • Vestigial-sideband modulation (VSB, or VSB-AM)
    • Quadrature amplitude modulation (QAM)

 
 

1.6.1.2 Modulasi Digital

Dalam modulasi digital, suatu sinyal analog di-modulasi berdasarkan aliran data digital. Perubahan sinyal pembawa dipilih dari jumlah terbatas simbol alternatif.

Teknik yang umum dipakai adalah :

  • Phase Shift Keying (PSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase. Phase Shift Keying (PSK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu dengan beda fasa tertentu pula (misalnya tegangan 1 Volt dengan beda fasa 0 derajat), dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (yang sama dengan nilai tegangan sinyal PSK bernilai 1, misalnya 1 Volt) dengan beda fasa yang berbeda (misalnya beda fasa 180 derajat). Tentunya pada teknik-teknik yang lebih rumit, kita bisa melakukan modulasi dengan perbedaan fasa yang lebih banyak lagi.
  • Frekeunsi Shift Keying (FSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan frekuensi. Frequency Shift Keying (FSK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu (misalnya f1 = 1200 Hz), sementara sinyal digital 0 dinyatakan sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu yang berbeda (misalnya f2 = 2200 Hz). Sama seperti modulasi fasa, pada modulasi frekuensi yang lebih rumit dapat dilakukan pada beberapa frekuensi sekaligus dengan cara ini pengiriman data menjadi lebih effisien.
  • Amplitudo Shift Keying (ASK), digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo. Amplitude Shift Keying (ASK) adalah modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (misalnya 1 Volt) dan sinyal digital 0 sebagai sinyal digital dengan tegangan 0 Volt. Sinyal ini yang kemudian digunakan untuk menyala-mati-kan pemancar, kira-kira mirip sinyal morse.

 
 

 
 

  1. Gelombang Carrier

Gelombang/sinyal carrier adalah gelombang radio yang mempunyai frekuensi jauh lebih tinggi dari frekuensi sinyal informasi. Berbeda dengan sinyal suara yang mempunyai frekuensi beragam/variabel dengan range 20 Hz hingga 20 kHz, sinyal carrier ditentukan pada satu frekuensi saja. Frekuensi sinyal carrier ditetapkan dalam suatu alokasi frekuensi yang ditentukan oleh badan yang berwewenang.Di Indonesia, alokasi frekuensi sinyal carrier untuk siaran FM ditetapkan pada frekuensi 87,5 MHz hingga 108 MHz. Alokasi itu terbagi untuk 204 k dengan pengan kelipatan 100 kHz. K pertama berada pada frekuensi 87,6 MHz, sedangkan k ke 204 berada pada frekuensi 107,9 MHz. Penetapan tersebut dan aturan lainnya tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 15 Tahun 2003. Frekuensi carrier inilah yang disebutkan oleh stasiun radio untuk menunjukkan keberadaannya. Misalnya, Radio XYZ 100,2 FM atau Radio ABC 98,2 FM. 100,2 Mhz dan 98,2 MHz adalah frekuensi carrier yang dialokasikan untuk stasiun bersangkutan. Karena berupa gelombang sinusoida, sinyal carrier mempunyai beberapa parameter yang dapat berubah. Perubahan itu dapat terjadi pada amplitudo, frekuensi, atau parameter lain. Contoh perubahan amplitudo dan perubahan frekuensi dari suatu sinyal asal ditunjukkan dalam gambar. Kemampuan untuk diubah inilah yang menjadi ide dari teknik-teknik modulasi.

 
 

1.6.2.1 Gelombang Carrier pada Modulasi AM

Dari banyak teknik modulasi, AM dan FM adalah modulasi yang banyak diterapkan pada radio siaran. Keduanya dipakai karena tekniknya relatif lebih mudah dibandingkan dengan teknik-teknik lain. Dengan begitu, rangkaian pemancar dan penerima radionya lebih sederhana dan mudah dibuat.Di pemancar radio dengan teknik AM, amplitudo gelombang carrier akan diubah seiring dengan perubahan sinyal informasi (suara) yang dimasukkan. Frekuensi gelombang carrier-nya relatif tetap. Kemudian, sinyal dilewatkan ke RF (Radio Frequency) Amplifier untuk dikuatkan agar bisa dikirim ke jarak yang jauh. Setelah itu, dipancarkan melalui antena.

Tentu saja dalam perjalanannya mencapai penerima, gelombang akan mengalami redaman (fading) oleh udara, mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Gangguan-gangguan itu umumnya berupa variasi amplitudo sehingga mau tidak mau akan memengaruhi amplitudo gelombang yang terkirim.

Akibatnya, informasi yang terkirim pun akan berubah dan ujung-ujungnya mutu informasi yang diterima jelas berkurang. Efek yang kita rasakan sangat nyata. Suara merdu Andien yang mendayu akan terdengar serak, aransemen Dewa yang bagus itu jadi terdengar enggak karuan, dan suara Iwan Fals benar-benar jadi fals.

Cara mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh redaman, noise, dan interferensi cukup sulit. Pengurangan amplitudo gangguan (yang mempunyai amplitudo lebih kecil), akan berdampak pada pengurangan sinyal asli. Sementara, peningkatan amplitudo sinyal asli juga menyebabkan peningkatan amplitudo gangguan. Dilema itu bisa saja diatasi dengan menggunakan teknik lain yang lebih rumit. Tapi, rangkaian penerima akan menjadi mahal, sementara hasil yang diperoleh belum kualitas Hi Fi dan belum tentu setara dengan harga yang harus dibayar.

Itulah barangkali yang menyebabkan banyak stasiun radio siaran bermodulasi AM pindah ke modulasi FM. Konsekuensinya, mereka juga harus pindah frekuensi carrier karena aturan alokasi frekuensi carrier untuk siaran AM berbeda dengan siaran FM. Frekuensi carrier untuk siaran AM terletak di Medium Frequency (300 kHz – 3 MHz/MF), sedangkan frekuensi carrier siaran FM terletak di Very High Frequency (30 MHz – 300 MHz/VHF).

 
 

  1. Gelombang Carrier pada Modulasi FM

Di pemancar radio dengan teknik modulasi FM, frekuensi gelombang carrier akan berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi lainnya. Amplitudo gelombang carrier relatif tetap. Setelah dilakukan penguatan daya sinyal (agar bisa dikirim jauh), gelombang yang telah tercampur tadi dipancarkan melalui antena. Seperti halnya gelombang termodulasi AM, gelombang ini pun akan mengalami redaman oleh udara dan mendapat interferensi dari frekuensi-frekuensi lain, noise, atau bentuk-bentuk gangguan lainnya. Tetapi, karena gangguan itu umumnya
berbentuk variasi amplitudo, kecil kemungkinan dapat memengaruhi informasi yang menumpang dalam frekuensi gelombang carrier.

Akibatnya, mutu informasi yang diterima tetap baik. Dan, kualitas audio yang diterima juga lebih tinggi daripada kualitas audio yang dimodulasi dengan AM. Jadi, musik yang kita dengar akan serupa dengan kualitas musik yang dikirim oleh stasiun radio sehingga enggak salah kalau stasiun-stasiun radio siaran lama (yang dulunya AM) pindah ke teknik modulasi ini. Sementara stasiun-stasiun radio baru juga langsung memilih FM.

Selain itu, teknik pengiriman suara stereonya juga tidak terlalu rumit. Jadinya, rangkaian penerima FM stereo mudah dibuat, sampai-sampai dapat dibuat seukuran kotak korek api. Produk FM autotuner seukuran kotak korek api ini sudah gampang diperoleh di kaki lima dengan harga yang murah.
Kualitasnya cukup memadai untuk peralatan semurah dan sekecil itu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: