Posted by: kholis12 | 14/01/2010

Diatas Sajadah Cinta

Kini tibalah saatnya kita semua mendengar nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat prof.Dr.Mamduh Hassan Al Gonzouri. Beliau adalah ketua Ikatan Doktor Cairo dan direktor Rumah Sakit Qashrul Aini, seorangpakar saraf terkemuka di Timur Tengah, yang tidak lain adalah juga pensyarah bagi kedua mempelai. Kepada Professor Mamduh dipersilakan”.

Suara pengerusi majlis walimatul urs’ itu bergema di seluruh ruangan majlis

pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi Sungai Nil, Cairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penuh penasaran, apa kiranya yang akan

disampaikan pakar saraf kelulusan London itu. Hati mereka menanti-nanti, mungkin

akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesihatan saraf dari

professor yang murah dengan senyuman dan sering muncul di televisyen itu.

Sejurus kemudian, seorang lelaki separuh baya berambut putih melangkah

menuju pentas. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan

kewibawaan. Kepalanya yang sedikit botak meyakinkan bahawa ia memang ilmuwan

berjaya. Sorot matanya tajam dan kuat, mengisyaratkan peribadi yang tegas. Sebaik

sampai di pentas, kamera video dan lampu sorot terus menyunting ke arahnya. Sesaat

sebelum berbicara, seperti biasa, ia sentuh bingkai kacamatanya,lalu…

Bismillah. Alhamdulillah. Wash shalatu was salamu’ala Rasulillah. Amma ba’du.

Sebelumnya saya mohon maaf, saya tidak boleh memberikan nasihat lazimnya para

ulama, para mubaligh, atau para ustadz. Namun pada kesempatan kali ini

perkenankan saya bercerita.

Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan khayalan belaka dan bukan

cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tidak ternilai harganya, yang

telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya. Harapan saya, mempelai

berdua dan seluruh hadirin yang dimuliakan Allah boleh mengambil hikmah dan

pelajaran yang dikandungnya. Ambillah mutiaranya dan buanglah lumpurnya. Saya

berharap kisah nyata saya ini dapat melunakkan hati-hati yang keras, melukiskan

nuansa-nuansa cinta dan kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap

hati yang menangkapnya.

Hadirin yang terhormat,

Tiga puluh lima tahun yang lalu. Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah

keluarga bangsawan menengah ke atas. Ayah saya seorang perwira berpangkat

tinggi, keturunan “Pasha” yang sangat terhormat di negeri ini. Ibu saya tak kalah

terhormatnya, seorang lady dari keluarga bangsawan terkemuka di Ma’adi, ia

berpendidikan tinggi, pakar ekonomi lulusan Sorbonne yang memegang jawatan

penting dan sangat dihormati kalangan elit politik negeri ini. Saya anak sulung, adik

saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup dalam suasana kebangsawanan dengan

aturan hidup tersendiri. Perjalanan hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang

dan norma kebangsawanan. Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan

dengan kalangan bangsawan atau kalangan high class sepadan!

Entah mengapa, saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini. Saya

merasa terkongkong dan terbelenggu oleh golongan sosial yang didewa-dewakan

keluarga. Saya tidak merasakan hidup sebenar yang saya cari. Saya lebih merasa

hidup justeru saat bergaul dengan teman-teman dan kalangan bawahan yang

menghadapi kehidupan dengan penuh tentangan dan perjuangan. Hal ini ternyata

membuat keluarga saya gusar, mereka menganggap saya ceroboh dan tidak boleh

menjaga status sosial keluarga. Pergaulan saya dengan orang-orang yang selalu

basah keringat dalam mencari pengalas perut dianggap memalukan keluarga.

Namun saya tidak ambil peduli.

Tambah Penasaran khan Bagaimana Cerita berikutnya, Silakan Klik ….Download


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: